PRO DAN KONTRA ITU BIASA

Kategori Islam, Motivasi, my journey0 Komentar

Siapa bilang semua orang suka sama Sena. Seorang anak gadis yang tidak malu berjualan pecel keliling. Nyatanya di lapangan berbeda dengan yang diduga-duga. Dari pertama Sena berjualan pecel keliling sudah terlihat pro dan kontra di lapangan. Beda orang beda kepala.

Masih pertama-tama jualan dulu ada yang bilang,

“ya ampun… masih gadis, cantik lagi. Mau ya jualan pecel keliling. Salut liatnya.”

Ada juga yang bilang Sena ini hanya menyamar. “hallah. Paling ni anak menyamar aja ni. Mana mungkin anak gadis cantik gini mau jualan pecel keliling. Yang ada anak sekarang milih dirumah, besolek.”

Yang sakitnya kita dicaci. Pernah ada ibu-ibu yang bilang, “eh, dek. Ngapa pulak kau mau jualan pecel. Gak ada rupanya kerjaan di mall-mall gitu? Macam gak ada aja kerjaan diluar selain jual pecel ini. Gak punya harga diri.”

Wah, suwer. Kata-kata ibu tadi buat aku bener-bener sakit hati. Sampek aku mikir, “emang kerjaan ini hina?”. Letak hinanya dimana coba?! Suwer. Rasanya pengen marah, tapi, ah sudahlah. Gak penting juga marah sama orang gak penting ini. Toh aku berjualan pecel ini juga gak mau gini-gini aja. Punya visi ke depan. Jawabannya mungkin dengan jadi apa aku kedepannya nanti. Jadikan bahan bakar untuk semangat aja ya kan.

Kalo awal-awal dulu sih suka baper emang sama orang yang kontra dengan aku berjualan pecel keliling ini. Karena dulu aku masih belum bisa nerima keadaan yang sekarang dengan sepenuh hati. Belum berdamai dengan kenyataan dan diri sendiri. Kalau sekarang mah jangan ditanya. Gimana pun orang mau mematahkan semangat dan mimpiku, in syaa Allah niat dan tekadku lebih besar dari itu semua.

Disini aku belajar untuk berlapang dada menerima semua takdir Allah yang diberikan untukku. Allah maha tau apa yang terbaik buat hamba-Nya. Yang baik itu bukan berarti apa yang kita mau. Baik menurut kita belum tentu baik menurut Allah. Yang kita rasa buruk bisa jadi itu yang terbaik buat kita. Lagi-lagi Allah lah maha pembuat skenario terbaik.

Dulu, selalu baper sama kejadian-kejadian pas lagi jualan yang gak mengenakkan hati. Yang diganggu-ganggu cowok lah, komentar-komentar negatif dan lainnya. Pasti selalu nangis dan menggerutu dalam hati. “aku tuh gak mau hidup kek gini. Aku mau hiduku datar-datar aja kayak anak gadis lain. Dibiayain hidupnya sama orang tuanya. Gak harus jualan panas hujan gini. Mau hidupku kembali aja kayak dulu.”

Dengan background Sena yang dari kecil hidup serba berkecukupan dan sekolah di pesantren membuat sena sanngat berat jalani hidup yang sangat keluar dari jalur tadi. Sekarang harus kerja keras cari uang buat biayai hidup sendiri dan juga bertemu dengan banyak orang diluaran sana.

Ada begitu banyak kisah untuk sampai ke titik ini. Yang titik ini pun belum apa-apa dan gimana-gimana. Masih akan lebih banyak lagi hal yang harus dilewati. Namun jangan sampai kita alpa dalam momentnya. “live every moment”. Setiap moment itu berharga dan jangan ketinggalan ambil pelajarannya. Pasti ada hikmah yang terselip dalam setiap perjalanan.

Hidup ini seperti menaiki anak tangga. Jangan turun. Tapi teruslah naik. Kita semua diberi jatah waktu yang sama. Bedanya kita dengan mereka yang sudah sukses hanyalah percepatannya.

Mengapa kita tak diberitahu akan TAKDIR kita? Entah itu tentang rezeki, jodoh, atau pun hal lainnya. Ya, karna kita diberikan kuasa untuk memilih, berencana dan berusaha. Sama yang kayak Sena alami. Takdir Sena saat ini jadi penjual pecel keliling yang awalnya Sena sangat tidak terima dengan takdir ini. Tapi Sena tau Sena masih punya kuasa untuk memilih dan berusaha. Sena berdamai dengan takdir ini dan memilih untuk mengembangkan pecel ini juga berusaha untuk mencapai mimpi Sena menjadi seorang pengusaha sukses.

Buat temen-temen yang mungkin tidak bahagia dengan hidup yang dijalani sekarang, mungkin teman-teman bisa ambil contoh dari kisah Sena. Sena harap cerita Sena ini bisa diambil hal baiknya oleh teman-teman sekalian.

Ingat kata kuncinya :

“ Bisa jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik untukmu.dan bisa jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk untukmu. Allah maha mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah:216)

 

Semoga bermanfaat ya….

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *